Emping adalah sejenis camilan atau makanan ringan
Indonesia berupa kerupuk yang terbuat dari biji melinjo atau belinjo (Gnetum
gnemon). Emping memiliki rasa sedikit pahit. Emping tersedia di pasaran dalam
berbagai varian rasa, seperti polos (asli), asin, pedas atau manis, tergantung
dari penambahan garam atau karamel gula.
Emping diproduksi dalam industri rumahan, dibuat
secara tradisional dengan tangan dalam proses padat karya. Biji melinjo
disangrai dengan api sedang tanpa minyak, atau kadang menggunakan pasir sebagai
media. Beberapa orang merebus biji melinjo untuk memudahkan proses
pengelupasan. Kulit luar yang lembut maupun kulit dalam yang lebih keras
dikupas dengan tangan. Satu-persatu biji melinjo dipukul dengan alat mirip palu
dari kayu atau ditekan dengan silinder batu untuk menjadikan emping pipih dan
bulat, setelah ditumbuk, emping kemudian disusun dalam nampan yang terbuat dari
bambu berkelap dan dikeringkan selama seharian. Setiap keping emping biasanya
dibuat dari biji melinjo tunggal, walaupun ada varian yang menggabungkan
beberapa biji untuk membuat emping lebih besar yang mirip kerupuk. Kepingan emping kering dikumpulkan, dikemas, dan dijual di
pasaran. Emping mentah yang dibeli dari pasar tradisional, lebih baik
dikeringkan dulu untuk mengurangi kelembapannya, kemudian digoreng dengan
banyak minyak goreng sampai mengembang, menjadi renyah dan berubah warna kuning
keemasan.
Berikut ini merupakan proses pembuatan emping di Gampong Pueb Lueng Nibong: